Kluckhohn dalam bukunya Universal Categories of Culture (1953) mengemukakan, ada tujuh unsur pokok kebudayaan yang dapat ditemukan pada setiap masyarakat di seluruh dunia, yaitu unsur religi, bahasa & sastra, sistem pengetahuan, sistem sosial masyarakat, sistem ekonomi, peralatan & teknologi, serta kesenian.

Maka PKA kali ini mengangkat ketujuh unsur tersebut dalam kemasan tema “Aceh Hebat Budaya Bersyariat”. Angka tujuh mengandung banyak sempena dalam kehidupan orang Aceh. Pengambilan tuah itu biasanya bertujuan mengembalikan semangat dari kehilangan identitas diri.

Misalkan seseorang telah hilang semangat akibat suatu kasus atau kejadian yang menimpanya, orang Aceh akan bersempena dengan hitungan dari 1 – 7. Pengambilan tuah dilakukan sambil meminta pertolongan dari Allah agar orang yang disempenakan itu memperoleh kembali jati dirinya. Demikian pula untuk menjauhkan dari hal-hal kemalangan lainnya, orang Aceh menggunakan sempena dengan hitungan 1 – 7.

Patut dikata, hajatan PKA-7 ibarat sebuah sempena yang sakral untuk mengembalikan jati diri masyarakat Aceh yang hebat dengan kebudayaannya. Sebuah kebudayaan yang khas sebagaimana diperankan pada abad-abad kegemilangan Aceh, namun tidak terlepas dari penyesuaian terhadap dinamika budaya masyarakat yang terus berubah seiring perkembangan zaman.

Dengan mengangkat tema “Aceh Hebat Budaya Bersyariat”, PKA-7 diharapkan dapat mengembalikan semangat kesadaran berbudaya kepada semua komponen masyarakat Aceh, agar menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kebudayaan Aceh yang syar’i, sebagai indentitas budaya yang mencerminkan jati diri masyarakat itu sendiri.

© 2018 Pekan Kebudayaan Aceh. All Rights Reserved