“Pomeurah Meuseudati”

Maskot PKA VII diberi nama Pomeurah Meuseudati. “Pomeurah” adalah kata dari Bahasa Aceh yang bermakna gajah. Sedangkan “Seudati” salah satu tarian khas Aceh yang cukup populer. “Pomeurah Meuseudati menggambarkan gajah putih sedang memperagakan gerakan tarian Seudati dengan ceria.

Atribut Pomeurah Meuseudati mengangkat nilai-nilai budaya dan adat istiadat Aceh. Ini dapat dilihat pada kepala sang maskot yang mengenakan Kupiah Meukeutob serta songket Aceh di pinggangnya.

Gajah putih dipilih sebagai maskot karena satwa ini pernah menjadi bagian penting dalam sejarah kerajaan Aceh. Gajah putih tak hanya populer bagi masyarakat Aceh pesisir, tapi juga bagi masyarakat Gayo. Konon, keturunan Raja Linge (Gayo) memberikan hadiah gajah putih kepada Sultan Kerajaan Aceh Darussalam. Gajah putih dinilai hewan istimewa. Ia menjadi tunggangan kebanggaan para raja dalam bepergian dan peperangan. Cerita rakyat tentang gajah putih pun sudah melegenda di tanah Aceh, sehingga menginspirasi beberapa instansi untuk menggunakan gajah putih sebagai simbol.

Kehadiran Pomeurah Meuseudati pada PKA VII membawa pesan khusus. Ia mengajak masyarakat dan generasi muda Aceh untuk menjaga dan melestarikan alam Aceh, terutama mencegah konflik dengan satwa. Sementara itu, rancangan maskot dalam bentuk karakter komik atau kartun bertujuan mengajak anak-anak Aceh mencintai dan meneruskan nilai-nilai budaya Aceh.

© 2018 Pekan Kebudayaan Aceh. All Rights Reserved